Thank you, terima
kasih, mungkin udah ratusan atau ribuan kali kamu mengatakan dan denger kalimat
ini. Tapi, dari satu kata sederhana ini, maknanya nggak selalu sesingkat dan
sesimpel pengucapannya. Terima kasih, entah sama orang lain atau sama Tuhan,
butuh sikap hati yang bener. Dan dari sikap hati inilah, akan muncul tindakan
yang mungkin nggak mudah buat kita lakukan. Next bukan lagi berusaha membuat
rumit sebuah terima kasih, tapi harapannya kita bisa jadi bener-bener punya
hati yang berterima kasih, bersyukur, nggak cuma disaat tertentu, tapi disetiap
saat.
3
Hal yang Mengikuti Terima Kasih
Ada
orang yang seolah susah banget ngucapin terima kasih. Kenapa ini terjadi ?
penyebab yang paling utama adalah karena terima kasih butuh sikap rendah hati.
Mereka merasa berterima kasih itu susah banget karena dengan mengucapkannya,
mereka merasa level dirinya ada dibawah si penerima ucapan. Mereka merasa
sebagai orang yang ditolong, diberi, yang butuh bantuan, karena nggak mampu. Bahkan
meski mereka emang butuh bantuan, mereka nggak mau mengakuinya. Nah, gawatkan?
Sikap tinggi hati bisa membuat orang menjadi susah mengucapkan terima kasih
bahkan bersyukur. Itu sebabnya, untuk bisa berterima kasih, untuk bisa punya
hati yang selalu penuh syukur, pertama-tama yang dibutuhkan adalah kita perlu
punya sikap rendah hati dulu.
Dari
sikap rendah hati inilah, kita akan mengerti kalo terima kasih juga harus
diikuti tiga hal. Apa aja itu?
Pertama,
terima
kasih harus diikuti sama kemauan mengampuni. Barangkali inilah tanda terima
kasih paling besar. Hubungan kita sama orang lain sering kali bisa naik turun,
kadang mereka bantu kita, kadang mereka melakukan kesalahan kepada kita. Dan ini
tantangan bagi kita. Nggak cukup hanya berterima kasih, ampuni juga mereka. Dan
ini gak Cuma berlaku pada orang yang baik pada kita. Ingat, Tuhan pernah
berkata, apa yang kamu lakukan pada sesame kita, maka kita sedang melakukan
pada Tuhan. Kamu ditolong Tuhan? Jelas. Dan tugas pertama kita sekarang adalah
mengampuni sesame kita.
Kedua,
terima kasih harus diikuti sama kebaikan. Sikap
baik, ramah, penuh perhatian adalah hal yang juga dituntut untuk kita lakukan
sebagai respons atas pertolongan orang lain dan juga terutamapertolongan Tuhan.
Ketiga,
terima
kasih harus diikuti sama pelayanan. Kalo kamu merassa terima kasih harus diikuti
sama pelayanan. Kalo kamu merasa Tuhan udah menolong kita, maka kewajiban kita
sekarang adalah melayani Dia dan juga melayani sesame. Inilah respons yang
harus ada dalam terima kasih. Kita emang nggak akan bisa membalas kebaikan
Tuhan, tapi dengan respons yang benar dan sesuai, kita sudah menyenangkan Dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar