Selasa, 25 September 2012

Thank You


Thank you, terima kasih, mungkin udah ratusan atau ribuan kali kamu mengatakan dan denger kalimat ini. Tapi, dari satu kata sederhana ini, maknanya nggak selalu sesingkat dan sesimpel pengucapannya. Terima kasih, entah sama orang lain atau sama Tuhan, butuh sikap hati yang bener. Dan dari sikap hati inilah, akan muncul tindakan yang mungkin nggak mudah buat kita lakukan. Next bukan lagi berusaha membuat rumit sebuah terima kasih, tapi harapannya kita bisa jadi bener-bener punya hati yang berterima kasih, bersyukur, nggak cuma disaat tertentu, tapi disetiap saat.

3 Hal yang Mengikuti Terima Kasih
          Ada orang yang seolah susah banget ngucapin terima kasih. Kenapa ini terjadi ? penyebab yang paling utama adalah karena terima kasih butuh sikap rendah hati. Mereka merasa berterima kasih itu susah banget karena dengan mengucapkannya, mereka merasa level dirinya ada dibawah si penerima ucapan. Mereka merasa sebagai orang yang ditolong, diberi, yang butuh bantuan, karena nggak mampu. Bahkan meski mereka emang butuh bantuan, mereka nggak mau mengakuinya. Nah, gawatkan? Sikap tinggi hati bisa membuat orang menjadi susah mengucapkan terima kasih bahkan bersyukur. Itu sebabnya, untuk bisa berterima kasih, untuk bisa punya hati yang selalu penuh syukur, pertama-tama yang dibutuhkan adalah kita perlu punya sikap rendah hati dulu.

          Dari sikap rendah hati inilah, kita akan mengerti kalo terima kasih juga harus diikuti tiga hal. Apa aja itu?
Pertama, terima kasih harus diikuti sama kemauan mengampuni. Barangkali inilah tanda terima kasih paling besar. Hubungan kita sama orang lain sering kali bisa naik turun, kadang mereka bantu kita, kadang mereka melakukan kesalahan kepada kita. Dan ini tantangan bagi kita. Nggak cukup hanya berterima kasih, ampuni juga mereka. Dan ini gak Cuma berlaku pada orang yang baik pada kita. Ingat, Tuhan pernah berkata, apa yang kamu lakukan pada sesame kita, maka kita sedang melakukan pada Tuhan. Kamu ditolong Tuhan? Jelas. Dan tugas pertama kita sekarang adalah mengampuni sesame kita.

Kedua,  terima kasih harus diikuti sama kebaikan. Sikap baik, ramah, penuh perhatian adalah hal yang juga dituntut untuk kita lakukan sebagai respons atas pertolongan orang lain dan juga terutamapertolongan Tuhan.

Ketiga, terima kasih harus diikuti sama pelayanan. Kalo kamu merassa terima kasih harus diikuti sama pelayanan. Kalo kamu merasa Tuhan udah menolong kita, maka kewajiban kita sekarang adalah melayani Dia dan juga melayani sesame. Inilah respons yang harus ada dalam terima kasih. Kita emang nggak akan bisa membalas kebaikan Tuhan, tapi dengan respons yang benar dan sesuai, kita sudah menyenangkan Dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar