Sementara banyak
orang yang tubuhnya sempurna, normal, dan nggak kekurangan justru gak punya
prestasi, mereka ini justru meraih sukses meski kondisinya kekurangan. Dan hebatnya,
makin hari bisa dibilang makin banyak juga tokoh-tokoh yang meski dianggap
kurang, tapi justru bisa berprestasi luar biasa.
Berikut adalah beberapa diantaranya :
1. Natalia Partyka
Cabang tenis meja perempuan di Olimpiade London
pertengahan taun lalu tiba-tiba menarik perhatian yang cukup besar. Uniknya,
pertandingan yang banyak disorot bukan pertandingan final, melainkan pertandingan
perebutan peringkat ke-32. Apa sebabnya? Ternyata disana bertanding Mie Skov
asal Denmark, melawan Natalia Partyka, asal Polandia. Ya, yang unik di sini
adalah Natalia merupakan petenis difabel. Ia hanya punya satu tangan, yakni
tangan kiri, dan melawan Mie yang tubuhnya lengkap. Natalia yang sebelumnya
adalah juara tenis meja wanita di Olimpiade Penyandang Cacat ini pun akhirnya
berhasil menang. Cewe kelahiran taun 1989 ini emang udah merajai cabang tenis
meja di berbagai kejuaraan penyandang difabel. Dan di taun 2012 inilah, ia
kembali maju menantang jawara tenis meja putri dari berbagai belahan dunia yang
punya tubuh lengkap, setelah sebelumnya ia juga maju di Olimpiade Beijing 2008.
Meski ia nggak merebut medali, tapi tetap aja, ia menjadi inspirasi dan juga
salah satu petenis meja yang paling jago di dunia.
2. Sabar Gorky
Kalo denger namanya, mungkin kamu bingung , ini
nama orang Indonesia atau orang Rusia yah? Tapi, Sabar yang ini emang orang
Indonesia, kelahiran Solo tahun 1968. Nama Gorky ia dapetin dari julukan yang
diberi salah seorang staf KBRI di Rusia. Gorky adalah nama seorang sastrawan
besar di Rusia, Maksim Gorky, dimana nama itu berarti pahit atau hidup yang
berliku. Dan memang, hidup Kang Sabar ini emang berliku. Dilahirkan dalam
keadaan lengkap, pada tahun 1990 ia mengalami kecelakaan dan kaki kanannya
tergilas kereta dan harus diamputasi. Ia sempat putus asa, tapi Kang Sanar yang
memang hobi naik gunung sekaligus juga panjat dinding ini lalu bangkit. Ia mau
kembali naik gunung. Ia mencoba mendaki ke gunung Lawu, Solo tapi gagal. Meski demikian,
ia mencoba lagi dan akhirnya berhasil naik ke puncak Lawu.
Hal ini bikin semangat Kang Sabar kembali bangkit. Ia
pun bertekad menaklukkan gunung lain meski kondisinya udah cacat. Gunung demi
gunung ia taklukkan. Hingga yang fenomenal adalah saat ia mendaki puncak Elbrus
di Rusia, salah satu dari 7 puncak tertinggi di dunia. Prestasi itu bikin dia tercatat
sebagai tuna daksa pertama yang pertama berhasil mendaki puncak Elbrus dari
jalur utara, yang dikenal sebagai jalur paling berbahaya. Keberhasilan itu
nggak menaklukkan Kilimanjaro di Afrika yang lebih tinggi dari Elbrus dan
berhasil! Hebatnya, disetiap keberhasilan misinya, Kang Sabar gak lupa
menunjukkan identitas Indonesianya yakni dengan menancapkan bendera merah putih
dan menyanyikan lagu kebangsaan.
3. Oscar Pistoriusi
Manusia tanpa kaki tercepat, itulah salah satu
julukan Oscar Pistorius. Julukan lain adalah Blade Runner. Yup, cowo Afrika
Selatan kelahiran 1986 ini emang gak puya kaki. Sejak bayi, kedua kakinya
diamputasi karena gak punya otot fibula. Tapi, Oscar tetap dilahirkan jadi
atlet. Sejak remaja, ia aktif di olahraga rugby, polo air, tenis, bahkan gulat.
Setelah ia mengalami cidera parah di rugby pada tahun 2003, maka barulah ia
beralih ke lari.
Gimana
cara Oscar lari? Ia pake kaki palsu bernama Cheetah Flex foot. Ia bertanding di
kejuaraan buat penyandang difabel. Namun, saat hendak mengikuti lomba lari
normal, sempat terjadi kontroversi. Ia sempat ditolak karena kaki palsunya
dianggap bisa menguntungkan dan mempercepat lari. Ini karena emang ada aturan
nggak boleh pake bantuan dalam lari. Ia ditolak ikut Olimpiade 2008 di Beijing.
Namun, pengadilan kemudian membatalakan keputusan itu karena menganggap gak ada
bukti Oscar lebih diuntungkan. Sayang, ia tetap gagal ikut ke Beijing karena gagal
masuk seleksi tim negaranya. Baru 4 taun kemudian, di Olimpiade London, ia
kembali dan berhasil ikut. Bahkan, kali ini ia mencatat prestasi yang cukup
mengesankan dengan berhasil masuk semifinal dan mencatat waktu 45,07 detik
untuk lari 400 meter.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar